4 Hal Yang Jadi Pengaruh Kenaikan Harga Daging Ayam Fillet

Harga Daging Ayam Fillet. Daging ayam menjadi favorit bagi hampir semua keluarga. Dari usia anak-anak hingga orang tua sangat menggemari daging ayam yang telah diolah menjadi berbagai jenis masakan. Salah satu jenis daging ayam yang disukai adalah daging ayam fillet. Harga daging ayam fillet berbeda dengan harga daging ayam utuh atau daging ayam potong.

Biasanya daging ayam fillet dihitung secara kilogram. Yang dimaksud dengan daging ayam fillet ini adalah daging sudah dipisahkan dengan tulangnya sehingga hanya tersisa dagingnya saja. Tetapi daging fillet tidak hancur dan saat diolah dapat dipotong-potong sesuai dengan kebutuhannya. Daging ayam fillet ini sering dipakai untuk olahan MPASI atau digoreng dengan lapisan tepung saja.

3. Daging Ayam Fillet

Menyimpan daging ayam fillet di rumah akan sangat membantu agar dapat mengolah masakan lebih cepat. Daging ayam fillet diperoleh pada bagian dada ayam yang teksturnya empuk dan dagingnya tebal. Untuk memperoleh daging ayam fillet biasanya penjual ayam akan mengiris dan menyisakan tulang dadanya.

Kenaikan Harga Daging Ayam Fillet

Daging ayam fillet memang banyak yang menyukai karena lebih gampang diolah apalagi jika dalam kondisi darurat. Meskipun harga daging ayam fillet lebih tinggi daripada daging ayam utuh atau daging ayam potong namun lebih dipilih. Terkadang harga daging ayam melonjak tinggi karena beberapa kondisi tetapi daging ayam tetap diburu.

Daging ayam fillet memiliki gizi yang dapat memenuhi kebutuhan asupan protein untuk menjaga kesehatan. Daging ayam fillet juga lebih dipilih untuk yang sedang melakukan program diet. Jenis daging ayam ini tidak mengandung banyak lemak dan memenuhi kebutuhan protein untuk otot.

Meskipun daging ayam fillet harganya kadang melambung namun tidak menjadi masalah. Ada beberapa kondisi yang mungkin mempengaruhi kenaikan dari harga daging ayam fillet. Berikut kondisi yang dapat mempengaruhi kenaikan harga dari daging ayam dan daging ayam fillet.

1. Kelangkaan Ayam.

Permintaan daging ayam yang tinggi terkadang kurang dapat dipenuhi oleh ketersediaan ayam. Mungkin saja ayam pedaging masih berumur terlalu muda dan belum layak jika menjadi ayam potong. Kondisi inilah yang dapat mempengaruhi adanya kenaikan harga.

2. Hari-Hari Besar.

Pada hari-hari besar seperti menjelang Ramadhan, Lebaran maupun Natal biasanya permintaan daging ayam meningkat sangat pesat. Hampir semua keluarga menyediakan olahan ayam sebagai hidangan spesial untuk merayakan hari besarnya bersama keluarga. Permintaan yang tinggi ini menjadi peluang besar bagi pedagang ayam dan biasanya harganya menjadi melonjak tinggi.

3. Tempat Membeli Ayam.

Tempat pembelian daging ayam fillet yang berbeda akan memberikan harga yang berbeda pula. Daging ayam fillet yang dijual di pasar atau di supermarket pasti akan berbeda. Kadang lebih murah di pasar atau kadang lebih murah di supermarket. Begitu pula jika membeli daging ayam di supplier tentu saja akan lebih murah apalagi membeli dalam jumlah banyak.

4. Jumlah Pembelian.

Membeli daging ayam fillet dalam jumlah sedikit akan berbeda harganya jika membeli dalam jumlah banyak. Tetapi perbedaan harga ini hanya dapat terjadi apabila membelinya di supplier. Membeli daging ayam fillet di supplier juga lebih terjamin kesegarannya. Namun tetap harus mencari supplier yang terpercaya.

Harga daging ayam fillet yang terkadang melonjak tinggi tidak menyurutkan tetap tingginya permintaan. Daging ayam fillet banyak dipilih karena lebih mudah diolah. Daging ayam fillet juga banyak dikonsumsi oleh yang sedang melakukan program diet untuk membantu menurunkan berat badannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *