Harga Ayam Potong Naik, Simpan Ayam Dengan Baik

Harga ayam potong per ekor. Ayam potong merupakan salah satu bahan makanan yang banyak dibutuhkan. ApalagiĀ  di bulan Ramadhan. Kebutuhan akan ayam potong biasanya dapat menyebabkan harga ayam potong naik. Dengan demikian, orang akan secara cermat mencari penjual ayam potong yang harganya tidak tinggi. Jika anda pembeli maka anda dapat mencari penjual yang tidak meninggikan harga di banding saat biasanya. Berhubungan dengan harga ayam, kita akan mengupas mengenai cara menyimpan ayam potong supaya uang yang dikeluarkan tidak sia-sia karena ayam rusak atau membusuk dagingnya. Penyimpanan daging ayam juga dapat membantu mengurangi waktu harus pergi atau keluar rumah di masa corona ini.

harga ayam potong per ekor

Berikut adalah tips menyimpan daging ayam.

1. Dicuci

Di saat harga ayam potong per ekor naik maka melakukan pengiritan itu perlu untuk dilakukan. Kita dapat melakukan pembelian dalam jumlah yang relatif banyak, supaya harga lebih murah. Nah dengan demikian daging yang sudah dibeli harus disimpan supaya kualitasnya terjaga. Untuk mengurangi pembusukan, sebaiknya kotoran yang melekat pada daging itu sebaiknya dihilangkan. Kotoran atau cemaran dapat membawa bakteri yang akibatkan terjadi reaksi pembusukan. Mencuci daging hingga bersih sangat membantu mencegah proses penguraian daging ayam. Mencuci bisa dilakukan pada air mengalir maupun direndamkan pada air tidak mengalir. Yang pasti mencuci menggunakan air bersih. Sebaiknya dilakukan berulang atau dibilas sehingga benar-benar bersih.

2. Dikeringanginkan

Kondisi kering mengurangi reaksi terjadinya pembusukan. Ketika harga ayam per ekor tinggi maka upaya pengawetan daging ayam secara alami perlu dilakukan. Tidak perlu menggunakan bahan pengawet. Cukup dengan cara membersihkan daging seperti poin sebelumnya dan dilanjut dengan mengeringanginkan daging ayam. Caranya adalah dengan menggantung daging ayam dengan cara terbalik seperti anda menyaksikan pada orang yang menjual makanan berbahan dasar ayam seperti mie godog, nasi goreng. Gantung hingga air dalam tubuh ayam tiris dan relatif kering. Selanjutnya jika sudah, masukkan ayam ke dalam wadah bersih dan simpan di dalam suku dingin atau bisa juga beku.

3. Disterilisasi

Langkah sterilisasi juga bisa dilakukan untuk mengawetkan bahan makanan. Hanya saja sterilisasi tidak mudah dilakukan karena memerlukan alat khusus supaya ayam tidak rusak dan tidak pula busuk. Langkah sterilisasi alami yang bisa dilakukan adalah melalui langkah satu dan dua, selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah yang sudah disterilkan. Bisa juga dengan membungkus menggunakan plastik film tipis yang biasa dipakai untuk membungkus makanan di supermarket. Plastik film selain menghalangi masuknya bakteri juga dapat menghilangkan oksigen yang bisa dipakai untuk fermentasi bakteri. Setelah dibungkus dengan plastik film bisa dimasukkan pada lemari penyimpanan bersuhu rendah atau bisa beku.

4. Dipanaskan

Jika anda merasa terlalu repot dengan menyimpan daging segar atau memang tidak mempunyai lemari pendingin. Penyimpanan termudah adalah dengan memanaskan daging melalui cara direbus. Memang anda akan kehilangan aroma daging yang masuk menjadi kaldu atau air rebusan. Akan tetapi hal ini satu-satunya yang bisa dilakukan. Dengan pemanasan. Dapat juga mengolahnya menjadi bahan masakan kering seperti ayam goreng, abon dan lain sebagainya.

Akan tetapi, untuk dijadikan ayam goreng karena masih ada bagian dalam ayam yang tidak kering, maka perlu dilakukan pemanasan ulang dan hal ini kurang baik karena pemanasan ulang bisa menimbulkan residu penggorengan. Jadi yang lebih direkomendasikan adalah direbus dengan pengulangan memanaskan daging setiap 12 jam sekali untuk menghindarkan pembusukan pada kaldu ayam. Pembuatan Abon juga merupakan langkah mengawetkan daging ayam ketika harga ayam potong per ekor tinggi.

Demikian langkah mengawetkan daging ayam sehingga ketika harga ayam potong per ekor naik, anda tetap bisa melakukan pengiritan.