Ini Dia Kiat Sukses Bisnis Jual Ayam Potong

Bisnis Jual Ayam Potong. Di era yang semakin banyak persaingan usaha ini jika anda ingin mengelola sebuah bisnis tentunya perlu memilih jenis wirausaha paling tepat yang menghasilkan. Usaha bidang kuliner dan segala yang berhubungan dengan kuliner masih menjadi primadona. Apalagi dengan kehadiran layanan antar makanan online yang tergabung di dalam aplikasi ojek online membuat bisnis kuliner semakin marak dan berkembang. Menjual bahan baku makanan juga bisa dijadikan alternatif bisnis yang prospek. Salah satunya adalah bisnis jual ayam potong. Jika anda tertarik untuk menjual ayam potong, sebaiknya diterapkan kiat yang harus dilakukan hingga menggapai sukses.

Apa saja sih kiat-kiatnya? Tidak susah kok buat dilakukan. Yuk ikuti tips berikut ini.

1. Menjual Ayam Potong Dari Peternakan

Bisnis jual ayam potong akan lebih bagus hasilnya jika anda punya hubungan atau relasi yang memiliki usaha peternakan. Usaha peternakan akan membantu rantai suplai. Dengan ada peternak ayam pedaging, maka anda tidak perlu membeli dari penjual daging. Boleh dibilang anda bisa menjadi supplier atau distributor utama. Harga bisa sangat ditekan sehingga sampai ke tangan konsumen tidak terlalu mahal. Secara otomatis anda juga bisa menjadi grosis bagi pedagang ayam potong lainnya. Lebih bagus lagi jika anda menjalankan bisnis jual ayam potong termasuk memiliki peternakan ayam. Sehingga kualitas daging bisa sangat dikontrol.

Bisnis Jual Ayam Potong

2. Menjual Daging Ayam Segar

Sebagai seorang pelaku bisnis jual ayam potong sudah pasti anda ingin dagangan laku. Apalagi daging ayam tidak bisa lama. Konsumen akan memburu daging kualitas tinggi. Daging kualitas tinggi salah satunya selain karena penyimpanan daging juga disebabkan penatalaksanaan pemeliharaan ayam yang kurang bagus. Saat ini konsumen sudah jeli dan pandai menentukan penjual mana yang memiliki kualitas dan yang sembarangan. Penjual ayam potong yang selalu menjual daging ayam yang masih segar. Daging ayam segar tampak dari bentuk fisiknya. Jika anda tidak menjual daging ayam yang sudah tidak segar lagi tentu anda. Jadi jangan pernah menjual daging ayam tidak segar karena memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi

3. Mengutamakan Kepuasan Konsumen

Konsumen membutuhkan barang yang hendak dibeli dg kualitas unggul. Terkadang konsumen lebih memilih kualitas tinggi bukan sekedar murah. Apalagi jika anda melayani konsumen papan atas seperti pengusaha katering, hotel, dan lain sebagainya. Kualitas daging meliputi kesegaran sebagaimana tercantum di poin sebelumnya, kemudian kondisi daging seperti banyak tidaknya lemak yang ikut serta pada daging dan sistem penyembelihan.

Daging ayam berkualitas kenyal dan tidak mudah hancur jika dimasak. Pertanda ayam sudah layak dikonsumsi. Tidak sedikit usia ayam terlalu tua atau terlalu muda yang membuat daging tidak kenyal. Daging yang pas untuk dikonsumsi adalah usia ayam antara 4-6 bulan.

4. Jujur Bertransaksi

Kejujuran merupakan kunci kesuksesan. Jangan mengira orang bisa untuk ditipi ataupun Dikelabui. Jika ingin bisnis jual ayam potong diburu konsumen, terapkan prinsip kejujuran. Jangan sampai kita menjadi dikenal karena ketidakjujuran yang akibatnya akan fatal. Terkadang hal sepele dilakukan penjual tapu sudah bukan termasuk perbuatan terpuji. Sebagai contoh adalah membuat timbangan menjadi tidak akurat. Ada beberapa penjual yang tega mengurangi timbangan supaya mendapatkan laba besar, tetapi ketidakjujuran pasti berbuah tidak baik di salam kehidupan. Kemudian jangan pernah sekalipun menjual ayam yang tidak dipotong secara baik oleh juru sembelih. Ayam yang digelonggong memang akan membuat ayam lebih berat timbangan.

Demikian kiat sukses bisnis ayam potong. Semoga bisa bermanfaat.