Cara Mudah Menyimpan Daging Ayam Potong

Daging Ayam Potong. Daging ayam menjadi salah satu hidangan yang sangat digemari dan dapat diolah menjadi berbagai bentuk masakan. Pada saat membeli daging ayam terkadang masih dalam bentuk ayam utuh atau sudah dipotong-potong. Daging ayam potong akan lebih mudah dalam penyimpanan maupun saat mengolahnya. Sehingga ayam potong lebih banyak disukai.

Daging ayam ada dua jenis yaitu ayam kampung dan ayam broiler. Harga ayam kampung lebih mahal daripada ayam broiler. Dalam segi rasa memang ayam kampung lebih enak daripada ayam broiler. Namun biasanya ayam broiler lebih banyak diminati karena dagingnya lebih banyak dan lebih empuk selain harganya yang lebih murah.

7. Daging Ayam Potong

Saat membeli ayam apalagi yang sudah berbentuk potongan sebaiknya memperhatikan kesegarannya. Daging ayam yang sudah mulai membusuk rasanya tidak enak dan dapat menyebabkan penyakit karena mengandung bakteri. Oleh karena itu membeli daging ayam harus benar-benar segar.

Menyimpan Daging Ayam Potong

Setelah membeli daging ayam tetapi belum ingin mengolahnya langsung maka daging ayam harus disimpan secara benar. Penyimpanan daging ayam potong ini akan dapat mempengaruhi keawetan dan kesegarannya sehingga pada saat dimasak masih bagus. Terkadang satu ayam utuh yang dibeli tidak langsung diolah semuanya tetapi hanya sebagian saja. Jika memang sudah merencanakan demikian maka cara penyimpanannya berbeda.

Agar ayam potong awet maka penyimpanan yang benar adalah di freezer karena mempunyai suhu di bawah 10°C. Penyimpanan pada suhu ini dapat mencegah pertumbuhan bakteri yang menyebabkan daging ayam cepat membusuk. Apabila menyimpannya asal-asalan saja maka daging ayam menjadi tidak awet dan berbau.

Menyimpan daging ayam segar yang sudah dipotong ada cara tertentu dan tidak boleh sembarangan. Berikut cara menyimpan daging ayam potong yang benar dan aman.

1. Pemilihan Daging Ayam.

Jika sudah merencanakan akan membeli ayam dan mengolahnya nanti atau beberapa hari kemudian maka ketika membeli ayam harus tepat. Daging ayam yang dipilih harus benar-benar segar dan jika memungkinkan dipastikan bahwa pemotongan dilakukan pada hari pembelian.

2. Pemotongan Daging Ayam.

Pada saat membeli ayam dapat meminta pada penjualnya untuk memotong sesuai kebutuhan. Tetapi bisa juga memilih potongan daging ayam dengan jenis yang sama misalnya bagian paha saja. Pastikan daging ayam yang dibeli segar dan tidak menunjukkan tanda-tanda sudah mulai membusuk.

3. Membersihkan Daging Ayam.

Ada kalanya saat membeli daging ayam sudah bersih dan dicuci oleh penjualnya apalagi jika membelinya di supermarket. Namun sebelum menyimpan daging ayam potongan tersebut sebaiknya dibersihkan dan dicuci ulang agar benar-benar bersih. Pastikan bulu, darah dan kotoran yang menempel sudah bersih.

4. Merebus Daging Ayam.

Jika ingin lebih awet maka daging ayam direbus dan diberi bumbu sebelum disimpan. Cara ini akan lebih awet hingga 3 kali lipat dibandingkan menyimpan daging ayam mentah. Cara ini juga lebih praktis sehingga pada saat dibutuhkan hanya tinggal digoreng atau diolah saja.

5. Cara Menyimpan di Freezer.

Untuk daging ayam yang masih mentah dapat disimpan di dalam plastik kemudian diletakkan di kemasan tertutup. Jika ingin memasaknya hanya sebagian-sebagian saja maka dapat menyimpannya di plastik-plastik seukuran yang dibutuhkan. Sehingga tinggal mencairkan daging ayam yang disesuaikan kebutuhan.

Menyimpan daging ayam potong harus benar agar terjaga keawetannya dan tidak mudah tercemar bakteri. Sebelum menyimpannya harus direncanakan terlebih dahulu akan diolah seperti apa dan sebanyak apa agar tepat cara penyimpanannya.

Begini Cara Jual Ayam Cincang Agar Laris, Tapi Tetap Berkah

Ayam Cincang. Tidak hanya mengetahui jenis ayam yang berkualitas saja.  Dalam menjual ayam segar, kita juga perlu mengetahui bagaimana cara menjual ayam dengan baik, khususnya pada pelanggan.  Mencari metode cara jual ayam agar laris manis merupakan upaya agar ayam yang anda jual mendapat keuntungan dengan baik.

6. Ayam Cincang

Untuk mendapatkan keuntungan yang baik, anda juga harus tahu harga daging ayam yang baik dengan pasaran.  Selain itu, kita juga perlu tahu tentang bagaimana kualitas ayam cincang yang layak untuk dijual. Nah, berikut ini adalah informasi yang perlu kita ketahui agar ayam cincang yang kita jual makin laris tetapi tetap berkah.

Menjaga Ayam Tetap Berkualitas

Untuk menjaga kualitas ayam tetap bagus, warna ayam juga perlu dijaga dengan baik. Warna ayam yang baik adalah warna putih dengan warna sembur merah muda. Kita juga harus mengamati perubahan ayam yang anda jual secara berkala. Jika kita menemukan warna pucat atau kebiruan, kita perlu menggantinya dengan daging ayam yang lebih segar. jadi, kita juga harus teliti dalam menjaga kualitas daging ayam.

Hindari Memberikan Bahan-Bahan Kimia Untuk Mengawetkan Daging Ayam

Jangan sekali-kali berbuat curang dengan memberikan bahan-bahan kimia pada daging ayam seperti formalin dan bahan buatan lainnya. Kita harus menekankan prinsip kesehatan konsumen adalah hal yang utama.

Jika kita hanya mementingan keuntungan sendiri tanpa menjaga kesehatan konsumen, hal ini akan berdampak pada reputasi produk daging yang kita jual. Disamping itu, kita akan menerima sanksi tegas dari penegak hukum karena termasuk dalam perbuatan kriminal.

Jangan Menentukan Keuntungan Terlalu Tinggi

Dalam menjual daging ayam cincang,  kita tidak boleh mematok harga yang terlalu tinggi demi mendapatkan keuntungan yang besar. Lebih baik mengambil keuntungan sesuai standard tetapi jumlah daging yang terjual lumayan banyak daripada menaikkan harga jual namun daging yang terjual tidak banyak.

Memperhitungkan Harga Jual Ayam Secara Ideal

Agar mengetahui bagaimana perhitungan harga daging ayam yang ideal, kita perlu mencari informasi perhitungan melalui aplikasi atau sumber berita lainnya. Ikuti perkembangan harga jual daging ayam dari artikel resmi khusus membahas harga jual daging ayam di pasar.

Biasanya kita bisa mendapatkan info terbaru dari Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia. Dengan memperhitungkan harga jual dan untung yang ideal, dampak keuntungan juga dirasakan konsumen da peternak. Lagi-lagi kita tidak boleh mengedepankan keinginan diri sendiri untuk mengambil keuntungan secara berlebih.

Membina Hubungan Baik Dengan Peternak, Konsumen, Dan Pedagang

Menjaga hubungan yang baik dengan konsumen, peternak dan pedagang adalah salah satu upaya untuk memperluas pemasaran produksi ayam daging dan ayam cincang.   Jika kita selalu  menjaga komunikasi yang baik antar konsumen dan peternak, kita juga akan mendapatkan informasi menjaga kualitas produk dengan kualitas produk yang baik, menentukan harga daging ayam yang sesuai standar. Intinya, jangan sampai merugikan salah satu pihak.

Menyisihkan Sebagian Keuntungan Untuk  Berzakat

Zakat tidak hanya dilakukan pada bulan ramadan saja, tetapi berlaku pada kita semua yang memiliki harta berlebih. Disamping membantu orang yang membutuhkan, kita juga belajar untuk saling memberi satu sama lain. Menyisihkan sebagian rezeki untuk orang yang membutuhkan dapat menambah keberkahan pada rezeki yang kita miliki.

Itulah  tips yang bisa kita jalankan agar kita bisa menjual ayam dengan benar. Yang terpenting adalah memiliki rezeki yang berkah daripada mendapatkan untung banyak tetapi terbuang sia-sia, bukan?

Menjual Ayam Dengan Cara Kekinian, Tidak Harus Buka Lapak Di Pasar

Cara Jual Daging Ayam. Lagi butuh pendapatan? Atau ingin buka usaha tapi lagi tidak punya tempat? Jualan ayam mungkin adalah solusi tepat yang bisa kamu jalankan saat ini. Tapi kamu pasti masih ragu untuk membuat keputusan ini karena butuh modal banyak untuk menyewa tempat. Salah satu contohnya sewa tempat untuk menjual ayam di pasar atau ruko.

5. harga daging ayam

Sekarang sudah bukan jamannya lagi memikirkan harga sewa tempat karena kamu bisa menjual ayam dengan cara kekinian, salah satunya dengan metode online. Kamu hanya membutuhkan beberapa alat-alat pendukung untuk menjual ayam segar tanpa harus membuka toko di pasar. Jadi, kamu bisa menjual ayam di rumah dengan cara berikut ini.

1. Mencari Supplier Ayam Hidup Dengan Kualitas Baik

Sebelum membuka usaha jual ayam di rumah, ada baiknya kamu mencari dulu pemasok yang menjual ayam hidup dengan kualitas baik. Mungkin kamu bisa bertanya-tanya kepada ibu atau nenek yang lebih sering berbelanja di pasar terlebih dahulu. Biasanya mereka mengetahui harga daging ayam yang paling murah tetapi tetap menjaga kualitas.

Nah, kamu bisa mencari tahu informasi tentang pemasok ayam pada penjual ayam yang sudah direkomendasikan oleh keluarga itu.

2. Lakukan Dengan Cara Online Dan Menarik

Di era modern ini banyak orang yang malas untuk berbelanja sehingga mereka lebih memilih untuk bermalas-malasan dan berbelanja online. Dengan cara online, kamu bisa memasarkan produkmu dengan cepat dan fleksibel. Namun, kamu juga wajib tahu masa kesegaran ayam sehingga kamu membutuhkan kemasan yang dapat menahan bakteri agar daging tidak cepat busuk, misalnya ayam cincang.

 

3. Beri Kemasan Yang Menarik Dan Higienis

Jangan remehkan kemasan produk makanan karena desain kemasan makanan bisa menjadi faktor utama untuk menarik pelanggan. Berilah desain yang unik pada produk ayam mentah, misalkan logo produk. Atau sesekali anda bisa memberikan cetakan resep makanan di belakang kemasan dengan menambahkan kemasan bumbu untuk memasak ayam. Selain itu, siapkan kemasan yang dapat membuat ayam mentah tetap awet dan tahan lama.

4. Bersihkan Lemari Pendingin Ayam Secara Berkala Agar Ayam Tetap Higienis

Agar ayam cincang mentah tetap higienis, kamu juga perlu membersihkan lemari pendingin secara berkala. Cairan rembesan es yang berasal dari lemak ayam terkadang memicu timbulnya bakteri yang membuat daging cepat membusuk. Disamping itu, bunga es yang terlalu tebal juga membuat kamu kesulitan untuk mengambil ayam dari lemari es.

5. Daftarkan Produk Untuk Mendapatkan Sertifikat MUI Dan BPOM

Apabila kamu berniat mematenkan produk ayam mentah secara besar, kamu juga harus mendaftarkan produkmu pada lembaga sertifikasi agar mendapatkan kepercayaan konsumen. Kamu bisa mendapatkannya dengan cara menguji produk ayam kamu kepada pihak BPOM dan sertifikasi halal pada lembaga MUI.

6. Beri Harga Daging Ayam Sesuai Dengan Harga Standar

Jangan mematok harga jual yang terlalu tinggi kepada konsumen. Untuk memulai usaha ayam mentah, tentukan harga daging ayam yang ideal. Kamu bisa cek berapa harga yang bisa kamu pakai dalam menentukan harga jual ayam.

7. Jika Usahamu Berkembang, Jangan Lupa Tambahkan Alat-Alat Yang Memadai

Apabila dirasa penjualan ayam meningkat, jangan lupa untuk menyisihkan sisa hasil penjualan untuk alat-alat yang canggih dan memadai, misalnya timbangan digital, alat pendeteksi untuk mengukur seberapa segar daging ayam untuk bertahan lama.

Kualitas daging juga mempengaruhi penyusutan harga daging ayam. Selanjutnya, kamu juga butuh jasa admin dan marketing online untuk mengatur pemasaran produkmu di bidang online.

Itulah tujuh langkah yang bisa kamu lakukan untuk menjual ayam tanpa harus membuka lapak di pasar, yuk berbisnis mulai sekarang!

Cara Memilih Daging Ayam Giling Yang Baik

Memilih Daging Ayam Giling. Daging merupakan sumber nutrisi sebagai protein hewani. Salah satu sumber protein hewani yang banyak disukai dan dipilih adalah daging ayam. Jenis daging ini dapat diolah menjadi berbagai masakan yang lezat termasuk dalam bentuk daging ayam giling.

Memilih Daging Ayam Giling

Daging ayam dalam bentuk digiling ini teksturnya menjadi lebih halus tanpa serat daging. Daging ayam yang telah digiling ini dikemas dalam styrofoam dan ditutup menggunakan plastik wrap. Jenis daging ayam giling ini banyak dijual di supermarket dalam kemasan. Tetapi jika ingin menggilingnya sendiri dari daging ayam segar tidak masalah. Yang terpenting daging ayam dalam kondisi segar.

Olahan masakan dari daging ayam yang telah digiling biasanya sebagai campuran masakan atau sebagai isian. Atau dapat juga dibuat menjadi bola-bola daging dan bakso ayam dengan campuran bahan lainnya. Daging giling yang dipilih harus segar agar dapat memperoleh rasa masakan lezat. Setelah membeli daging ayam giling dapat disimpan di freezer dan tahan hingga sebulan.

Memilih Daging Ayam Giling

Daging ayam giling yang sudah tidak baik sebaiknya tidak dipilih karena dapat memberikan dampak pada kesehatan. Selain berbahaya untuk kesehatan juga makanan yang dihasilkan menjadi tidak enak. Pada saat membeli daging ayam yang sudah digiling biasanya akan tertera tanggal pengemasan dan tanggal kadaluarsa. Tetapi umumnya hanya ada di supermarket saja sedangkan jika membeli di pasar tidak tercantum penjelasan tanggal tersebut.

Meskipun sudah tercantum tanggal kadaluarsanya namun pada saat membeli daging ayam giling tetap harus berhati-hati dan memilih yang segar. Ada beberapa ciri-ciri yang wajib diperhatikan pada saat memilih daging ayam giling.

1. Warna daging ayam.

Daging ayam giling lebih mudah teroksidasi dengan udara dan mudah terkontaminasi dengan bakteri. Untuk mengetahui daging ayam yang masih segar dapat dilihat dari warnanya. Daging ayam giling yang segar berwarna putih segar, tidak pucat dan tidak berubah abu-abu atau kehitaman.

2. Bau daging ayam.

Daging ayam giling yang segar masih berbau khas. Sedangkan daging ayam giling yang sudah tidak bagus berbau busuk atau asam. Bau tersebut berasal dari kontaminasi bakteri yang menghasilkan gas.

3. Tekstur daging ayam.

Daging ayam yang digiling dan masih segar biasanya jika dipencet menggunakan jari akan terurai. Tetapi apabila daging ayam menggumpal dan lengket maka dapat dipastikan daging sudah tidak bagus lagi. Daging ayam giling yang terlihat lembek juga sebaiknya tidak dipilih karena daging sudah mengeluarkan lendir.

4. Air di dalam kemasan.

Daging ayam yang sudah digiling umumnya akan mengeluarkan air. Namun apabila di dalam kemasan terdapat air yang cukup banyak sebaiknya tidak dipilih karena berarti daging sudah disimpan terlalu lama.

5. Kandungan lemak di dalam daging ayam giling.

Daging pasti mengandung lemak namun jika lemak yang ada di dalam daging ayam giling terlalu banyak maka sebaiknya tidak usah dipilih. Lemak yang ada di daging ayam giling akan membuat daging menjadi lebih cepat membusuk.

Memilih daging ayam giling yang segar tidak sulit lagi setelah mengetahui ciri-ciri seperti di atas. Daging ayam yang dipilih harus benar-benar segar untuk mencegah kontaminasi bakteri dan menyebabkan penyakit. Rasa masakan yang dihasilkan juga tidak enak apabila menggunakan daging ayam tidak segar. Apabila ada ciri-ciri lain untuk mengetahui daging ayam giling yang segar dapat menuliskan di kolom komentar.

Manfaat Daging Ayam Fillet Untuk Kesehatan

Daging Ayam Fillet. Ayam menjadi salah satu makanan yang populer dan banyak disukai. Tekstur seratnya yang halus dan rasanya yang lezat disukai oleh semua umur. Bahkan anak-anak lebih menyukai ayam daripada jenis daging lainnya. Mengolah daging ayam dapat dibuat bermacam-macam variasi. Salah satunya adalah dibuat sebagai daging ayam fillet.

Untuk memperoleh ayam fillet caranya adalah dengan mengiris bagian dagingnya saja tanpa menyertakan bagian tulangnya. Umumnya yang diambil sebagai fillet adalah bagian dada ayam. Pada bagian dada ayam memiliki daging yang lebih tebal dan lebih banyak sehingga lebih mudah untuk diambil bagian dagingnya saja. Sedangkan pada bagian ayam yang lain lebih sulit untuk memperoleh dagingnya.

Fillet dari daging ayam ternyata memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan. Bagian dada ayam yang tidak banyak mengandung lemak inilah memberikan manfaat bagi kesehatan. Bahkan bagian dada ini menjadi pilihan sebagai makanan bagi pelaku diet. Protein yang terkandung di dalam dada ayam lebih tinggi dan rendah lemak.

Manfaat Daging Ayam Fillet

Daging ayam fillet yang sudah dipisahkan dari tulangnya memudahkan ketika diolah menjadi masakan lezat. Anak-anak akan lebih mudah menyantap ayam fillet daripada daging ayam yang masih ada tulangnya. Tekstur dari ayam fillet ini cenderung lebih empuk dengan serat-serat yang halus.

3. Daging Ayam Fillet

Agar memperoleh masakan yang lezat biasanya ayam fillet dimarinasi dengan bumbu-bumbu dan dibiarkan sesaat hingga bumbu meresap. Setelah bumbu meresap barulah diolah menjadi masakan dan rasanya menjadi lebih mantap. Ayam fillet juga dapat diolah dengan cara dilapisi tepung bumbu saja kemudian digoreng. Agar lebih lezat dapat dibiarkan beberapa saat di dalam tepung basah baru dilapisi tepung kering dan digoreng.

Daging ayam fillet memang rasanya lezat dan empuk. Selain dapat memperoleh masakan yang lezat juga dapat memberikan manfaat untuk kesehatan. Berikut manfaat yang dapat diperoleh dari daging ayam fillet.

1. Bagus Untuk Diet.

Daging ayam pada bagian dada yang difillet mengandung kadar protein cukup tinggi. Protein tersebut dapat memenuhi kebutuhan tubuh meskipun sedang melakukan program diet dan memberi rasa kenyang lebih lama. Kadar lemak yang ada di dada ayam juga lebih rendah dan cocok bagi pelaku diet yang mengurangi lemak dalam asupan makanannya.

2. Membantu Pembentukan Otot.

Fillet dari daging ayam ini direkomendasikan untuk atlet yang membutuhkan asupan protein bagi pembentukan massa ototnya. Protein tinggi dari daging ayam fillet membantu pembentukan otot yang kencang.

3. Sebagai Anti Depresi.

Di bagian dada ayam yang difillet mengandung triptofan sebagai bagian dari asam amino. Triptofan ini dapat berkhasiat sebagai anti depresi dengan cara meningkatkan kadar serotonin pada otak sehingga membuat tubuh rileks.

4. Sumber Protein Hewani.

Protein yang terkandung di dalam 100 gram daging dada ayam sebesar 18 gram. Jumlah asupan protein yang dibutuhkan oleh tubuh sehari yaitu minimal 1 gram per hari sehingga konsumsi daging ayam yang difillet sudah dapat memenuhi.

5. Aman Untuk Penderita Hipertensi.

Penderita hipertensi harus benar-benar menjaga asupan makanannya. Konsumsi daging ayam fillet relatif lebih aman daripada jenis daging lainnya karena tidak mengandung banyak lemak.

6. Membantu Metabolisme.

Daging dada ayam memiliki kandungan vitamin B yang lebih banyak. Vitamin B terutama B6 bermanfaat dalam memproduksi enzim metabolik dan membantu reaksi metabolisme.

Konsumsi daging ayam fillet lebih lezat rasanya dan teksturnya empuk. Daging ayam pada bagian dada ini mengandung protein dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan lemaknya yang rendah sangat bagus untuk program diet. Apabila ada manfaat lain dari daging ayam yang difillet ini silakan menambahkan di kolom komentar.

Seperti Ini Cara Mengolah Ayam Giling Yang Tepat

Ayam Giling. Daging ayam menjadi pilihan bagi banyak orang untuk diolah menjadi berbagai masakan. Daging yang berwarna putih ini lebih rendah kolesterol sehingga aman untuk usia anak-anak hingga lanjut usia. Bahkan daging ayam ini lebih disukai untuk diolah sebagai makanan pendamping bagi bayi. Agar lebih mudah dapat menggunakan daging ayam giling.

2. Ayam Giling

Daging ayam yang sudah digiling ini lebih mudah diolah dan dicerna karena teksturnya halus. cara pengolahannya juga relatif lebih simpel apalagi jika membutuhkan daging dengan tekstur halus. Daging ayam giling ini hanya berupa dagingnya saja tanpa mengandung tulang. Biasanya daging ayam yang sudah digiling ini tidak perlu dicuci lagi karena sebelum proses penggilingan sudah dibersihkan dan dicuci.

Untuk membuat bakso ayam, isian makanan atau campuran makanan bayi sangat cocok menggunakan daging ayam giling. Serat-serat pada daging ayam sudah tidak terlihat lagi sehingga mudah dimakan dan dicerna. Namun daging ayam giling ini harus mendapatkan cara pengolahan yang tepat agar tidak cepat basi akibat terkontaminasi bakteri.

Cara Mengolah Daging Ayam Giling

Daging ayam yang sudah dalam bentuk halus atau daging ayam giling lebih rentan terkontaminasi bakteri. Oleh karena itu, cara perlakuan pada jenis daging ayam ini harus tepat. Daging ayam mengandung protein berkadar tinggi, lemak jenuh, mineral dan vitamin. Mengkonsumsi daging ayam dapat memenuhi kebutuhan protein hewani.

Apabila ingin berdiet atau menurunkan berat badan maka daging ayam giling ini merupakan pilihan paling tepat. Umumnya yang dipakai sebagai daging giling sangat minim kandungan lemak sehingga tidak perlu khawatir pada saat mengkonsumsi. Bagi orang yang tidak dapat mengkonsumsi daging sapi dan daging kambing maka untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dapat memilih daging ayam sebagai menunya.

Pengolahan dan penyimpanan daging ayam giling harus tepat. Tujuan utamanya adalah agar tidak mudah terkontaminasi bakteri. Berikut cara mengolah dan menyimpan daging ayam giling dengan benar.

1. Cara Penyimpanan.

Pada saat membeli biasanya sudah dipacking di dalam plastik atau styrofoam. Jika ingin disimpan dulu maka harus segera dimasukkan ke freezer atau yang bersuhu 5°C sesaat setelah membeli. Tetapi sebelum disimpan sebaiknya dipindahkan dahulu ke tempat yang bersih. Dapat dimasukkan ke plastik baru diletakkan di tempat tertutup.

Ketika memindahkan jangan langsung memakai tangan tetapi menggunakan plastik bersih, sendok atau sarung tangan. Ini bertujuan agar mencegah timbulnya kontaminasi bakteri secara silang dari tangan.

2. Mengolah Daging Ayam Giling.

Apabila setelah membeli daging ayam giling dan ingin langsung mengolahnya maka tidak perlu dicuci. Biasanya sudah dicuci bersih sebelum digiling dan jika dicuci maka daging bisa banyak yang larut di air. Akan lebih baik jika daging dikukus dulu untuk mematikan bakteri yang kemungkinan ada di dalam daging giling. Setelah dikukus dapat diolah menjadi masakan sesuai dengan selera dan kebutuhannya.

3. Mengolah Daging Ayam Giling Beku.

Daging ayam giling yang beku dan akan diolah sebaiknya dibiarkan melunak sendiri di dalam suhu ruang. Apabila daging ayam giling beku dicairkan di dalam air maka akan dapat merusak teksturnya, banyak daging yang larut ke air dan mengurangi nutrisinya.

Penyimpanan dan pengolahan daging ayam giling yang tepat dapat mencegah kontaminasi dari bakteri sehingga lebih sehat saat dikonsumsi. Daging ayam yang sudah digiling menjadi mudah untuk diolah makanan lezat dan memberi asupan protein hewani yang baik untuk kesehatan. Apabila ada ide lainnya untuk menyimpan dan mengolah daging ayam giling dapat menuliskan di kolom komentar.

Kenali 5 Ciri-Ciri Ayam Daging Segar

Ayam Daging Segar, banyak disukai dan dapat mudah diolah menjadi model masakan apa saja. Untuk mendapatkan olahan makanan yang lezat dari ayam maka harus dapat dipastikan bahwa dagingnya segar. Daging yang segar memberikan rasa dan aroma khas dan akan terasa lezat setelah menjadi masakan.

Daging ini banyak disukai oleh semua usia. Dagingnya yang lebih empuk daripada jenis daging lainnya inilah menjadi pilihan bagi semua usia. Untuk mengolah daging ayam juga cukup mudah dan tidak perlu memasak terlalu lama. Dagingnya lebih cepat empuk dan lebih cepat meresap bumbu daripada jenis daging lain seperti daging sapi atau daging kambing.

1. Ayam Daging

Memilih daging sebaiknya yang masih segar. Daging yang segar lebih sehat dan berkualitas sehingga olahan masakan yang dihasilkan juga lebih lezat. Pada saat membeli daging dapat memilih yang benar-benar segar. Oleh karena itu sebelum membeli daging  harus memahami ciri-ciri daging ayam segar.

Ayam Daging Segar

Memilih daging ayam yang segar sebenarnya cukup mudah. Ciri-cirinya mudah terlihat dan mudah diingat. Jika sudah terbiasa maka saat menentukan pemilihan daging ayam yang segar sudah dapat terlihat sekilas. Namun jika belum terlalu mengerti maka ada beberapa hal yang merupakan ciri-ciri ayam daging segar.

Daging ayam yang kurang segar atau malah daging ayam kemarin jika dimasak terasa tidak enak. Selain itu, daging ayam yang tidak segar lagi tidak baik untuk kesehatan. Kemungkinan pada daging ayam tidak segar tersebut sudah timbul kuman-kuman penyakit atau bakteri yang dapat membahayakan bagi kesehatan.

Berikut ciri-ciri daging ayam yang segar agar olahan masakan dapat terasa lezat dan penting untuk kesehatan.

1. Bau Yang Masih Segar.

Pada saat membeli daging ayam yang harus diperhatikan pertama kali adalah baunya. Ayam yang masih segar menimbulkan bau khas dan tidak busuk. Ketika membeli ayam yang masih utuh harus memeriksa pada bagian dalamnya dan perhatikan baunya. Aroma daging ayam segar tidak menimbulkan bau amis dan tidak busuk.

2. Warna Daging.

Daging ayam yang masih segar berwarna putih kemerahan cerah. Apabila daging ayam terlihat berwarna abu-abu atau kehitaman maka dapat dipastikan bahwa daging ayam sudah tidak segar lagi. Warna daging ayam yang kekuningan juga sebaiknya dihindari.

3. Kulit Ayam.

Ayam yang masih segar memiliki kulit tidak berlendir dan tidak kering. Kulit ayam yang terlihat basah lembab merupakan ciri khas ayam segar. Lendir pada kulit ayam menandakan daging sudah tidak segar lagi dan biasanya timbul bau agak busuk.

4. Tekstur Daging.

Ketika memilih daging ayam maka sebaiknya menekan dengan jari dan perhatikan apakah teksturnya masih kenyal atau tidak. Daging ayam yang masih kenyal apabila ditekan akan kembali seperti semula dengan cepat dan tidak lembek. Apabila daging ayam lembek saat ditekan maka merupakan tanda daging sudah tidak segar.

5. Lemak Pada Daging Ayam.

Lemak menjadi bagian dari daging tetapi daging yang terlalu banyak lemak menjadi kurang sehat sebagai makanan. Selain itu, rasa daging dengan banyak lemak kurang enak. Daging ayam yang terlalu banyak mengandung lemak sebaiknya tidak dipilih.

Banyak bahan makanan yang mudah diolah menjadi banyak masakan dan disukai oleh semua umur. Dagingnya lebih empuk dengan seratnya yang halus. Untuk memperoleh masakan daging ayam yang lezat harus memilih yang benar-benar segar.. Pada saat memilihnya harus memperhatikan ciri-ciri daging ayam yang segar. Apabila ada saran lainnya untuk memilih ayam segar dapat menuliskan di kolom komentar.

Dahsyat! 6 Trik Menyimpan Daging Ayam Frozen

Ayam Frozen. Daging ayam memang menjadi salah satu bahan makanan yang dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu tidak heran jika banyak para pembeli daging ayam frozen, mereka membeli dalam jumlah yang banyak dan akan mereka simpan di freezer. Memang daging ini akan bertahan dalam jangka waktu tertentu jika disimpan di freezer namun tentunya anda tidak boleh asal menyimpan. Hal ini bertujuan jika memang anda tetap ingin mendapatkan daging ayam yang segar atau tetap enak pada saat dimasak atau diolah walaupun anda sudah menyimpannya di freezer dalam beberapa hari.

ayam frozen

Berikut akan disampaikan beberapa trik dalam menyimpan daging ayam frozen.

1. Simpan Di Chiller

Chiller merupakan kotak tertutup yang berada tepat di bawah freezer. Anda dapat menyimpan daging ayam disini apabila anda ingin memasak daging tersebut dalam waktu 1 atau 2 hari kedepan. Karena kotak ini hanya berfungsi dapat menahan kualitas daging ayam sekitar 1 sampai 2 hari. Tentunya ayam tersebut disimpan dalam keadaan terbungkus kantong plastik.

2. Taruh Di Freezer

Freezer merupakan daerah pembeku. Untuk itu jika anda berencana untuk menyimpan daging ayam ini lebih dari dua hari anda dapat menyimpannya di freezer. Pada umumnya daging ayam yang disimpan di freezer dapat bertahan hingga 6 bulan. Namun jika anda tetap ingin mendapatkan kualitas daging ayam yang baik, maka jangan lama-lama menyimpan daging ayam ini di freezer. Karena banyak di luar sana yang menjual daging ayam segar. Jadi anda tidak perlu menyimpannya terlalu lama.

3. Bungkus Sesuai Keperluan

Jika anda membeli daging ayam frozen ini dalam jumlah yang banyak. Trik ketika anda menyimpannya di freezer adalah bungkus daging ayam ini dengan plastik sesuai dengan kebutuhan anda atau kira-kira sekali masak. Hal ini tentunya akan menjaga kehigienisan daging ayam tersebut. Dengan kata lain jangan simpan daging kulkas di freezer dalam satu kantong plastik jika anda ingin memasaknya berkali-kali.

4. Pindahkan Ayam Sebelum Dimasak

Anda harus mencairkan terlebih dahulu ayam yang telah beku tadi, dengan cara memindahkan ayam yang ada di freezer ke lemari es hingga daging ayam tersebut sudah tidak terdapat kristal es lagi. Dalam proses ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

5. Olah Daging Ayam Sebelum 12 Jam

Sebaiknya anda mengolah daging ayam ini sebelum 12 jam setelah proses pencairan berlangsung. Lebih baik lagi setelah proses pencairan selesai segera olah daging ayam. Karena tentunya daging ayam tersebut masih memiliki kualitas yang baik. Jangan terlalu membiarkan daging ayam tersebut berlama-lama di suhu normal. Dan jangan pernah membekukan lagi daging ayam yang sudah dicairkan.

6. Simpan Daging Ayam Matang

Anda juga dapat menyimpan daging ayam yang sudah matang di lemari es. Caranya yaitu anda harus mendinginkan terlebih dahulu daging ayam tersebut setelah dimasak dan masukkan ke dalam kotak yang tertutup. Daging ayam ini akan bertahan 2-3 hari di lemari es.

Dengan anda mengetahui trik menyimpan daging ayam frozen ini, maka diharapkan anda tetap dapat menikmati daging ayam yang enak dan lezat walaupun sudah disimpan di freezer maupun lemari es. Selamat mempraktikkan trik di atas!

Semoga anda tetap mendapatkan rasa daging ayam yang memang enak dan lezat ya karena daging yang segar, akan menetukan citarasa ayam tersebut.

6 Tips Memilih Supplier Daging Ayam

Supplier Daging Ayam. Peranan supplier daging ayam ini tentunya sangat bermanfaat bagi para pengusaha yang bergerak di bidang makanan terutama makanan yang menggunakan bahan olahan ayam. Untuk itu, dalam memilih supplier ini tentunya para pengusaha tersebut tidak asal pilih. Mereka harus memilih dengan tepat agar mendapatkan kualitas maupun pelayanan yang baik pula. Untuk itu, berikut beberapa tips dalam memilih supplier khususnya daging ayam yang perlu diperhatikan adalah:

1. Kualitas Barang

Kualitas barang menjadi kunci utama dalam hal ini terutama para supplier yang bergerak dalam penjualan daging ayam. Tentunya masakan akan lezat dan enak dengan didasari oleh bahan yang baik pula. Untuk itu carilah supplier yang memang mempunyai kualitas daging ayam yang baik. Hal ini dapat dilihat dari supplier tersebut telah memiliki izin dari MUI serta mempunyai freezer yang sesuai dengan standard.

2. Kuantitas Barang

Kuantitas atau pun jumlah barang yang mereka sediakan juga bisa menjadi salah satu pertimbangan para pengusaha untuk memilih supplier khususnya daging ayam ini. Karena terkadang supplier juga mengalami stock kosong. Jika hal ini terjadi sekali dua kali mungkin tidak masalah. Namun jika hal ini sering terjadi tentunya akan menghambat para pengusaha dalam menjalankan bisnisnya.

9. Supplier Daging Ayam

3. Kontinuitas

Pada umumnya para supplier lebih tertarik kepada para pengusaha yang memiliki perjanjian kerja sama jangka panjang. Karena hal ini tentunya akan menguntungkan para supplier. Biasanya dengan sistem perjanjian ini para pengusaha akan melakukan repeat order. Dengan begitu maka supplier pun tentunya sudah dapat pelanggan yang tetap. Untuk itu para pengusaha lebih sering menjalin kerja sama jangka panjang untuk memudahkan mereka menjalankan usahanya.

4. Bertanggung Jawab

Para pengusaha juga akan mencari para supplier yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab disini misalnya saja ada retur barang yang tidak sesuai maka supplier tersebut akan siap menerima dengan tetap memberikan pelayanan yang terbaik. Para pengusaha juga umumnya memperhatikan ketepatan jumlah pesanan daging ayam ini selain kualitas daging ayam.

5. Fast Respon

Fast respon atau respon yang cepat dari supplier menjadi sorotan juga bagi para pengusaha. Mereka akan mencari supplier daging ayam yang mudah dihubungi serta memberi tanggapan yang cepat. Karena tentunya hal ini sangat dibutuhkan oleh para pengusaha jika ada tambahan pesanan maupun keluhan mengenai daging ayam ini. Tanggapan yang cepat tentunya sangat diperlukan dalam hal ini.

6. Harga Bersaing

Harga tentunya juga menjadi sorotan yang tajam dalam memilih supplier khususnya daging ayam. Karena para pengusaha pasti akan memilih supplier yang memberikan harga yang kompetitif. Hal ini karena juga akan menjadi bahan pertimbangan para pengusaha dalam menjual olahan makanan mereka. Mereka tentunya tidak mau menjual barang dagangannya dengan harga yang mahal karena diakibatkan harga ayam yang tinggi. Untuk itu, para pengusaha tetap akan mencari harga daging ayam yang memang cocok bagi mereka dan sepadan dengan harga olahan masakan yang mereka jual.

Nah, untuk itu bagi anda para pengusaha yang bergerah di bidang olahan makanan yang berbahan daging ayam carilah supplier daging ayam yang memang dapat memberikan kualitas yang baik, penawaran harga yang terjangkau, serta pengiriman yang super cepat serta aman sampai ke tujuan. Tentunya para pengusaha menginginkan untuk mendapatkan supplier yang seperti itu kan?

Dua Cara Mudah Mencairkan Ayam Beku

Ayam Beku. Ayam merupakan salah satu makanan tambahan yang enak serta dapat dimasak apa saja. Namun terkadang ayam yang akan kita masak tidak dalam keadaan segar, namun dalam keadaan beku. Berikut dua cara untuk mencairkan ayam beku sebelum anda memasaknya.

ayam beku

Cairkan Di Kulkas

Anda dapat mencairkan ayam beku di kulkas, dengan cara berikut ini.

  1. Keluarkan Dahulu Ayam Dari Pembeku Namun Tetap Tempatkan Ayam Tersebut Di Dalam Kulkas

Cara ini memang mudah untuk dilakukan, namun tentunya memakan waktu yang lama agar ayam yang beku tadi dapat mencair. Tetapi anda juga harus memastikan bahwa bungkus dari ayam tadi tidak sobek. Jika sobek maka anda harus menaruhnya di panci atau mangkuk agar airnya tidak tumpah ke mana-mana.

  1. Perkirakan Waktu Pencairan

Anda harus dapat memperkirakan berapa lama ayam yang beku tersebut akan mencair dan bisa untuk dimasak. Jangan sampai ketika anda akan memasak, ayam tersebut belum cair.

  1. Keluarkan Ayam Dari Kulkas Apabila Sudah Cair

Apabila ayam sudah mencair dengan tanda bahwa ayam tersebut apabila dipegang sudah licin dan sudah tidak ada kristal es yang ada di dalam ayam maka segera keluarkan ayam tersebut dari kulkas jika anda ingin memasak ayam tersebut.

  1. Simpan Ayam Yang Sudah Dicairkan Di Kulkas

Hal ini dapat anda lakukan jika ayam yang sudah dicairkan tadi tidak segera anda olah. Ayam dapat bertahan 1 sampai 2 hari di dalam kulkas dalam kondisi yang sudah tidak beku lagi. Namun anda harus menyimpannya di bagian yang terdingin dari kulkas tersebut agar bakteri tidak menyerang ayam anda.

Cairkan Di Bak Cuci

Selain anda dapat mencairkan ayam yang telah beku tadi di kulkas, anda juga dapat mencairkan di bak cuci, caranya:

  1. Masukkan Ayam Dalam Kantong Ziploc

Kotak Ziploc merupakan kantong yang bisa dibuka tutup. Hal ini tentunya ayam anda sudah tidak dalam kondisi terbungkus. Mengapa harus menggunakan kantong ini? Hal ini digunakan untuk mencegah bakteri tidak akan mengontaminasi ayam anda selama proses pencairan yang dilakukan di bak cuci.

  1. Ambil Mangkuk Yang Besar

Ambillah mangkuk yang besar, dimana mangkuk ini dapat menampung ayam yang beku tadi. Selain untuk menampung ayam beku ini, mangkuk tersebut juga harus dapat menampung air yang akan digunakan untuk mencairkan ayam tersebut.

  1. Masukkan Ayam Ke Dalam Mangkuk

Jika ayam tadi sudah dimasukkan ke dalam kantong Ziploc kemudian masukkan ke dalam mangkuk yang besar tadi. Setelah itu tuang air dingin ke dalam mangkuk. Pastikan air tersebut dapat merendam ayam yang berada dalam kantung Ziploc.

  1. Ganti Air Setiap 30 Menit

Anda sebaiknya mengganti air dingin yang digunakan untuk merendam ayam tadi setiap 30 menit. Hal ini dilakukan agar ayam tadi dapat mencair secara cepat dan tetap dalam kondisi yang baik.

  1. Masak Semua Ayam

Ayam yang telah dicairkan dengan cara seperti ini, tidak bisa disimpan lagi di dalam kulkas dalam kondisi mentah. Untuk itu pastikan ayam tersebut anda masak semua. Namun jika anda ingin menyimpannya di dalam kulkas, maka simpanlah setelah ayam tersebut anda masak.

Dengan mengetahui dua cara mencairkan ayam beku di atas maka lakukan sesuai dengan cara yang memang anda kuasai agar tetap bisa menghasilkan ayam yang segar. Tentunya yang masih enak untuk diolah.